Anggaran Transportasi 2017

 

Data di bawah ini menunjukkan rencana anggaran terkait transportasi yang akan disiapkan Pemerintah pada Tahun 2017. Tabel pertama menunjukkan anggaran Ditjen Bina Marga sebesar 42 Triliun Rupiah. Tabel kedua menunjukkan anggaran Ditjen Perhubungan Darat sebesar 4.7 Triliun Rupiah dan anggaran Ditjen Perkeretaapian sebesar 18 Triliun Rupiah.

Rencana Anggaran Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, 2017

Triliun Rp
TOTAL DITJEN BINA MARGA, KEMEN PUPR 42.35  %
Preservasi jalan 18.78 44%
Pembangunan jalan 6.1 14%
Non fisik 5.99 14%
Preservasi jembatan 3.97 9%
Pembangunan jembatan 3.68 9%
Pembangunan jalan bebas hambatan 2.5 6%
Pembangunan flyover/underpass/terowongan 0.97 2%
Dukungan jalan daerah 0.36 1%

Sumber: http://pu.go.id/berita/11416/60-Persen-Alokasi-Anggaran-Penanganan-Jalan-Tahun-2017-Untuk-Wilayah-Timur-Indonesia

 

Rencana Anggaran Kementerian Perhubungan 2017

Triliun Rp
TOTAL KEMENHUB 51.32  %
Perkeretaapian 18.558 36%
Perhubungan Laut 12.135 24%
Perhubungan Udara 9.72 19%
Perhubungan Darat 4.715 9%
BPSDM 4.505 9%
Inspektorat Jenderal 0.9 2%
Sekretariat Jenderal 0.542 1%
Balitbang 0.124 0%
Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek 0.12 0%

 

Sumber: Koran SINDO, 20 Juli 2016

 

#anggaran #infrastruktur #2017 #transportasi #anggaran2017 #binamarga #transportasidarat #keretaapi

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Asphalt Mixing Plant

Asphalt Mixing Plant (AMP) atau Unit Pencampur Aspal (UPCA) merupakan seperangkat peralatan yang menghasilkan produk berupa campuran aspal panas.

AMPBagian-bagian AMP sebagaimana ditunjukkan pada gambar di atas adalah sebagai berikut:

  1. Bin dingin (cold bins)
  2. Pintu pengatur pengeluaran agregat dari bin dingin (cold feed gate)
  3. Sistem pemasok agregat dingin (cold elevator)
  4. Pengering (dryer)
  5. Pengumpul debu (dust collector)
  6. Cerobong pembuangan (exhaust stack)
  7. Sistem pemasok agregat panas (hot elevator)
  8. Unit ayakan panas (hot screening unit)
  9. Bin panas (hot bins)
  10. Timbangan Agregat (weigh box)
  11. Pencampur (mixer atau pugmill)
  12. Penyimpanan bahan pengisi (mineral filler storage)
  13. Tangki aspal (hot asphalt storage)
  14. Sistem penimbangan aspal (aspal weigh bucket)

#AMP #AsphaltMixingPlant #UnitPencampurAspal #UPCA #Aspal

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Spesifikasi Umum Bina Marga 2010 Revisi 3

Dokumen spesifikasi umum pekerjaan konstruksi jalan dan jembatan ini merupakan bagian dari dokumen kontrak pekerjaan konstruksi jalan dan jembatan yang digunakan untuk mencapai suatu produk pekerjaan mulai dari proses persiapan, metode pelaksanaan, bahan, peralatan, pengendalian mutu, dan tata cara pembayaran.

Penerapan spesifikasi ini dilakukan selama periode pelaksanaan pekerjaan konstruksi sebagai dasar penentuan pembayaran.

Spesifikasi Umum ini berlaku sejak 12 November 2014 sejak dikeluarkannya Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Marga Nomor 10/SE/Db/2014 tentang Penyampaian Standar Dokumen Pengadaan dan Spesifikasi Umum 2010 (Revisi 3) untuk Pekerjaan Konstruksi Jalan dan Jembatan.

Spesifikasi Umum ini terdiri dari 10 Divisi sebagai berikut. Silahkan klik link di bawah ini untuk mendownload pdf nya.

DIVISI 1 UMUM, Seksi:
1.1 Ringkasan Pekerjaan
1.2 Mobilisasi
1.3 Kantor lapangan dan fasilitasnya
1.4 Fasilitas dan Pelayanan Pengujian
1.5 Transportasi dan Penanganan
1.6 Pembayaran Sertifikat Bulanan
1.7 Pembayaran Sementara (Provisional Sums)
1.8 Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas
1.9 Kajian Teknis Lapangan
1.10 Standar Rujukan
1.11 Bahan dan Penyimpanan
1.12 Jadwal Pelaksanaan
1.13 Prosedur Perintah Perubahan
1.14 Penutupan Kontrak
1.15 Dokumen Rekaman Kegiatan
1.16 Pekerjaan Pembersihan
1.17 Pengamanan Lingkungan Hidup
1.18 Relokasi Utilitas dan Pelayanan Yang Ada
1.19 Keselamatan dan Kesehatan Kerja
1.20 Pengujian Pengeboran
1.21 Manajemen Mutu

DIVISI 2. DRAINASE, Seksi
2.1. Selokan dan Saluran Air
2.2. Pasangan Batu dengan Mortar
2.3. Gorong-gorong dan Drainase Beton
2.4. Drainase Porous

DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH
3.1. Galian
3.2. Timbunan
3.3. Penyiapan Badan Jalan
3.4. Pembersihan, Pengupasan, dan Pemotongan Pohon
3.5. Geotekstil

DIVISI 4. PELEBARAN PERKERASAN DAN BAHU JALAN
4.1. Pelebaran Perkerasan
4.2. Bahu Jalan

DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR DAN PERKERASAN BETON SEMEN
5.1 Lapis Pondasi Agregat
5.2 Perkerasan Berbutir Tanpa Penutup Aspal
5.3 Perkerasan Beton Semen
5.4 Lapis Pondasi Semen Tanah
5.5 Lapis Pondasi Agregat Semen (CTB dan CTSB)

DIVISI 6. PERKERASAN ASPAL
6.1 Lapis Resap Pengikat dan Lapis Perekat
6.2 Laburan Aspal Satu Lapis (Burtu) dan Laburan Aspal Dua Lapis (Burda)
6.3 Campuran Beraspal Panas
6.4 Lasbutag dan Latasbusir
6.5 Campuran Aspal Dingin
6.6 Lapis Penetrasi Macadam
6.7 Pemeliharaan dengan Laburan Aspal

DIVISI 7. STRUKTUR
7.1 Beton
7.2 Beton Pratekan
7.3 Baja Tulangan
7.4 Baja Struktur
7.5 Pemasangan Jembatan Baja Standar
7.6 Pondasi Tiang
7.7 Fondasi Sumuran
7.8 Adukan Semen
7.9 Pasangan Batu
7.10 Pasangan Batu Kosong dan Bronjong
7.11 Sambungan Ekspansi (Expansion Joint)
7.12 Perletakan (Bearing)
7.13 Sandaran (Railing)
7.14 Papan Nama Jembatan
7.15 Pembongkaran Struktur
7.16 Drainase Lantai Jembatan

DIVSI 8. PENGEMBALIAN KONDISI DAN PEKERJAAN MINOR
8.1 Pengembalian Kondisi Perkerasan Lama
8.2 Pengembalian Kondisi Bahu Jalan Lama pada Perkerasan Berpenutup Aspal
8.3 Pengembalian Kondisi Selokan, Saluran Air, Galian, Timbunan, dan Penghijauan
8.4 Perlengkapan Jalan dan Pengatur Lalu Lintas
8.5 Pengembalian Kondisi Jembatan

DIVISI 9. PEKERJAAN HARIAN
9.1 Pekerjaan Harian

DIVISI 10. PEKERJAAN PEMELIHARAAN RUTIN
10.1 Pemeliharaan Rutin Perkerasan, Bahu Jalan, Drainase, Perlengkapan Jalan dan Jembatan
10.2 Pemeliharaan Jalan Samping dan Jembatan

 

  1. Divisi 1 – Umum
  2. Divisi 2 – Drainase 
  3. Divisi 3 – Pekerjaan Tanah 
  4. Divisi 4 – Pelebaran Perkerasan dan Bahu Jalan
  5. Divisi 5 – Perkerasan berbutir dan Perkerasan Beton Semen
  6. Divisi 6 – Perkerasan aspal
  7. Divisi 7 – Struktur
  8. Divisi 8 – Pengembalian kondisi dan Pekerjaan minor
  9. Divisi 9 – Pekerjaan Harian
  10. Divisi 10 – Pemeliharaan Rutin

Selengkapnya klik di sini

http://edokumen.pu.go.id/public.php?service=files&t=29ccd6df05116e65bc4fffff5e18515a

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Setting Ambitious Road Safety Requirements: the Role of Development Banks

January 9, 2015
Setting Ambitious Road Safety Requirements: the Role of Development Banks

ALEXANDRIA, VA — The International Road Federation recognizes the significant role of the World Bank and other regional Multilateral Development Banks in influencing quality standards for road infrastructure and the broader transport system across all the countries where they operate. By the end of the United Nations Decade of Action for Road Safety 2011-2020, it is estimated these institutions will collectively have invested well over US $100 billion in road infrastructure programs across hundreds of individual projects, representing a considerable opportunity to introduce or strengthen risk management practices from the design stage.
The following statement has been prepared by the IRF as an endorsement of two recent publications Making Roads Safer – Learning from the World Bank’s Experience and MDB Road Safety Guidelines.
The International Road Federation recognizes that the global road safety crisis is a complex development issue that requires coordinated and sustained responses across all five pillars of the Global Plan for the Decade of Action. The IRF also considers that safe road infrastructure is a highly cost-effective pathway to the goal of achieving a 50 percent reduction in fatal traffic injuries by 2020.
Emerging economies are rapidly renovating and expanding their road networks to accommodate growing domestic trade and mobility needs. These new roads have enormous potential to stimulate economic growth and lift standards of living, yet can also present risks when key safety considerations are omitted in the design or construction phases.
Preventive risk identification measures, such as road safety audits carried out at the detailed design and pre-opening stages of new or rehabilitated roads, offer a well-established and cost-effective tool to independently review the safety characteristics of road projects, as acknowledged by the World Bank. Considering the MDBs’ development agenda, their ability to leverage public and private sector funds, and their strong ties with national road authorities, the IRF supports the mandatory introduction of, and associated funding for, road safety audits linked to all new MDB road investment loans.
Roads built today are durable assets whose lifespan typically span several decades, over which time the mix and volume of traffic is likely to evolve to a considerable extent creating new safety hazards. To prepare for these changes, road agencies must ensure regular road safety inspections are conducted. Road agencies must also retain well-trained staff with access to up-to-date knowledge resources to implement the findings of these inspections. The IRF encourages road agencies receiving MDB road investment loans to conduct a training gap analysis to determine immediate up-skilling needs, and develop a continuing road safety education program for their staff.

 

https://www.irfnews.org/setting-ambitious-road-safety-requirements-role-development-banks/?utm_source=IRF+Notes%3A+January+2015&utm_campaign=IRF+Notes%3A+Jan15&utm_medium=email

Posted in News | Leave a comment

Why this blog?

This blog is intended to share information regarding road safety practices in Indonesia

Posted in Uncategorized | 1 Comment